Sungguhnya terdapat pelbagai hikmah dan manfaat ayat Qursi dalam kehidupan kita seharian. Ia ada disebutkan di dalam hadis2, dan disebutkan kelebihannya.
Hadis ;
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isa telah menceritakan kepada kami Hajjaj dari Ibnu Juraij ia berkata; telah mengabarkan kepadaku Umar bin ‘Atha bahwa mantan budak Ibnu Al Asqa’ seorang laki-laki yang jujur, mengabarkan kepadanya dari Ibnu Al Asqa’, bahwa ia mendengarnya berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang menemui penghuni Shuffah dari kalangan Muhajirin, lalu ada seseorang bertanya kepada beliau, “Ayat manakah yang paling agung dalam Al-Qur’an?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘ALLAAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUUM, LAA TA`KHUDZUHUU SINATUN WA LAA NAUM (Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). tidak mengantuk dan tidak tidur…) ‘ (Qs. Al Baqarah: 255).
HADIS RIWAYAT ABU DAUD

Baitul Afkar Ad-Dauliah No.4003
Berkenaan ayat qursi sebagai menghindari syaitan pula, ia ada disebutkan dalam hadis yg agak panjang, iaitu ;
Hadis 1 ;
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Abu Laila dari saudaranya yaitu Isa dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Abu Ayyub Al Anshari ia memiliki rak berisi kurma, ada hantu datang dan mengambilnya, lalu ia mengadukan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Pergilah, bila kau melihatnya, ucapkanlah BISMILLAAH, turutilah Rasulullah.” lalu Abu Ayyub Al Anshari menangkapnya, hantu itu bersumpah tidak akan kembali. Akhirnya Abu Ayyub melepasnya lalu ia menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bertanya: “Apa yang dilakukan tawananmu?” Abu Ayyub menjawab: “Ia bersumpah tidak akan kembali.” Beliau bersabda: “Ia dusta, memang ia terbiasa berdusta.” Abdurrahman berkata; Abu Ayyub lalu menangkap yang kedua kalinya, hantu itu pun bersumpah untuk tidak kembali lagi, lantas Abu Ayyub melepasnya. Setelah itu Abu Ayyub datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Apa yang di lakukan tawananmu?” Abu Ayyub menjawab; “Dia bersumpah untuk tidak kembali.” Beliau bersabda: “Dia dusta, memang ia terbiasa berdusta.” Setelah itu Abu Ayyub menangkapnya lagi, lalu berkata; “Aku tidak akan melepaskanmu sampai aku membawamu ke Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” Hantu itu berkata; “Aku ingatkan padamu tentang sesuatu, yaitu ayat kursi, bacalah ayat kursi di rumahmu, niscaya setan tidak akan mendekatimu dan tidak juga yang lainnya.” Abu Ayyub pun menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bertanya: “Apa yang dilakukan tawananmu?” Abdurrahman berkata; lalu Abu Ayyub memberitahukan apa yang diucapkan hantu itu, maka beliau bersabda: “Ia benar walaupun sebenarnya ia pendusta.” Abu Isa berkata; Hadits ini hasan gharib. Dalam hal ini, ada hadits serupa dari Ubay bin Ka’ab.
HADIS RIWAYAT AT-TIRMIDZI

Maktabatu Al-Ma’arif Riyadh No.2880
Hadis 2 ;
Telah bercerita kepada kami Abu Ma’mar telah bercerita kepada kami ‘Abdul Warits telah bercerita kepada kami Yunus dari Humaid bin Hilal dari Abu Shalih dari Abu Sa’id berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika ada seseorang lewat di hadapan salah seorang dari kalian yang sedang shalat, hendaklah dicegahnya. Jika tidak mau dicegahnya lagi dan jika tetap tidak mau, maka perangilah karena dia adalah syetan”. Dan ‘Utsman bin Al Haitsam berkata telah bercerita kepada kami ‘Auf dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadlan kemudian ada orang yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku katakan; “Aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”. Lalu Abu Hurairah radliallahu ‘anhu menceritakan suatu hadits berkenaan masalah ini. Selanjutnya orang yang datang kepadanya tadi berkata; “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursiy karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu syetan”.
HADIS RIWAYAT BUKHARI

Fathul Bari No.3274 & 3275
Moga jelas
SHAH AL-MUNZIR


Lawati ;

Blog http://www.shahalmunzir.wordpress.com

Facebook http://www.facebook.com/shahalmunzir

Page http://www.facebook.com/naktegur

Twitter http://www.twitter.com/Shah_ALMunzir?s=08

Telegram https://www.telegram.me/tadibfillah

Advertisements